BAB
I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sejarah Islam mencatat bahwa hingga saat ini terdapat dua
macam aliran besar dalam Islam. Keduanya adalah Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah.
Tak dapat dipungkiri pula, bahwa dua aliran besar teologi ini kerap kali
terlibat konflik kekerasan satu sama lain, sebagaimana yang kini bisa kita
saksikan di negara-negara seperti Irak, Suriah, Lebanon dan termasuk di
Indonesia.
Terlepas dari hubungan antara keduanya yang kerap kali tidak
harmonis, Syi’ah sebagai sebuah mazhab teologi menarik untuk dibahas. Diskursus
mengenai Syi’ah telah banyak dituangkan dalam berbagai kesempatan dan sarana.
Tak terkecuali dalam makalah kali ini. Dalam makalah ini kami akan membahas
pengertian, sejarah, tokoh, ajaran, dan sekte Syi’ah. Semoga karya sederhana
ini dapat memberikan gambaran yang utuh, obyektif, dan valid mengenai Syi’ah, yang pada gilirannya dapat memperkaya
wawasan kita sebagai seorang Muslim.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa pengertian syiah ?
2. Bagaimana sejarah lahirnya syiah ?
3. Bagaimana pokok pokok ajaran syiah ?
4. Apa saja sekte-sekte dalam syiah ?
5. Siapa tokoh-tokoh syiah ?
BAB
II
PEMBAHASAN
a.
Pengetian
syiah
menurut etimologi istilah Syi'ah berasal dari kata
Bahasa Arab شيعة Syī`ah yang
artinya berarti , kelompok, atau golongan
pembela dan pengikut seseorang. Bentuk tunggal dari
kata ini adalah Syī`ī شيعي."Syi'ah"
adalah bentuk pendek dari kalimat bersejarah Syi`ah `Ali شيعة علي artinya "pengikut Ali", yang
berkenaan tentang Q.S. Al-Bayyinah ayat khoirulbariyyah, saat
turunnya ayat itu Nabi SAW bersabda: "Wahai Ali, kamu dan pengikutmu
adalah orang-orang yang beruntung" (ya Ali anta wa syi'atuka
humulfaaizun)[1]Syi'ah bahasa Arab bermakna:. Selain
itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. Adapun
menurut
menurut Thabathbai, istilah syiah untuk pertama kalinya
ditujukan kepada para pengikut Ali (syi’ah Ali), pemimpin pertama Ahl al-bait
pada masa Nabi Muhammad SAW. Para pengikut Ali yang disebut syiah itu di
antaranya adalah Abu Dzar Al-Ghiffari, Miqad bin Al-Aswad, dan Ammar bin Yasir.
terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan
bahwa Ali bin Abu Thalib sangat utama di antara para sahabat dan
lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula
anak cucu sepeninggal beliau. Syi'ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa
pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, Syi'ah mengalami perpecahan
sebagaimana Sunni juga mengalami perpecahan mazhab.
b.
Sejarah lahirnya syiah